Liputan Media Seminar GNIK

Ratusan HRD Ikuti Acara Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) Tingkatkan Kualitas SDM

 

SURYA.co.id | SURABAYA – Sebanyak 164 Human Hesource Development (HRD) perwakilan perusahaan di sebagian Jawa Timur ikut serta menghadiri acara Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK), di Java Paragon Hotel and Residence, Surabaya, Sabtu (15/9).

Acara diisi dengan berbagai narasumber profesional, di antaranya Drs. Asep Gunawan, MM – Direktur Bina Pemagangan Kemnaker RI, DR. Himawan Estu Bagijo, SH, MH, Kadisnaker Prov Jatim, DR.

Yunus Triyonggo, Ketua Steering Committee GNIK, Irvandi Ferizal, Director Maybank (Narasumber), Drs. Endung Sutrisno, MBA, MM, Ketua Forbes HR Jatim (Narasumber), Darwanto – BNSP Pusat, dan Joko Kurniawan, Ketua Forum HRD – GDM SDM Jatim.

Acara bertajuk HR Converence & Seminar Indonesia Go Kompeten berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB dan penuh antusias.

Dalam materinya DR. Yunus Triyonggo, Ketua Steering Committee GNIK menjelaskan, GNIK diprakarsai para Praktisi HRD dan pakar HRD senior di Jakarta.

Seperti pesan Presiden RI Joko Widodo, pada penyerahan sertifikat pemagangan di Balai Latihan Kerja Kemenaker Pusat di Bekasi, 27 desember 2017 lalun, bahwa tahun 2019 adalah tahun Sumber Daya Manusia. Di mana semakin bayak kebutuha SDM berkualitas.

“Makanya dengan pesan itu kami berkumpul mencanangkan GNIK. Kenapa? Ini adalah satu cara untuk memperbaiki peringkat Indonesia baik di Global Competitiveness Index, Human Capital Index 2017, Global Talent Competitiveness Index 2017, indonesia jauh tertinggal dengan Malaysia dan Singapore,” jelasnya usai mengisi materi.

Semua itu artinya Indonesia harus siap melakukan perbaikan kompetisi SDM. GNIK roadshow ke berbagai kota untuk memberikan platform, apa sih sebenarnya kebutuhan SDM.

Para HRD akan dilatih sesuai Standart Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (KKNI) dan disertifikasi. Target GNIK adalah 4000 praktisi HRD di Indonesia.

Setelah itu mereka dilatih kembali menjadi pengelola pemagangan yang profesional di perusahaan masing-masing.

Asep Gunawan, Direktur Bina Pemagangan Direktorat Jendral Binalatas Kementerian Ketenagakerjaan Indonesia menambahkan kegiatan seperti ini sangat penting.

Untuk menjadikan SDM kompeten dan bersertifikasi adalah dengan pelatihan. Ada dua, pertama berbasis kompetensi atau lembaga latihan dan skema pemagangan langsung di industri itu sendiri.

“Ini sekaligus ajang komitmen dan sosialisasi mengingat daya saing tenaga kerja kita itu rendah, karena rata-rat pendidikan rendah. 60 persen masih SMP ke bawah makanya masih terjebak di pekerjaan padat karya,” katanya.

Padat karya lanjut Asep misalnya garmen yang tidak menjanjikan kompetensi utuh. Misalnya bekerja di garmen karyawan hanya bisa garmen bertahun-tahun. Pasang kancing saja bertahun-tahun tanpa keahlian lainnya.

“Kalau habis masa kerjanya kan gak mungkin mereka buka usaha buka jasa buka tutup kancing. Untuk itu ini upaya meningkatkan percepatan potensi. Kita sudah menandatangai MEA yang kelas Asean, belum kelas dunia, tentu harus memiliki standart yang sesuai permintaan,” tegasnya.

Selain Surabaya, GNIK sudah melakuka road show di Solo dan Bekasi serta disusul kota lain yaitu Pati, Semarang, Lampung, Medan, Balik Papan, Bali, dan Papua.

Sumber http://surabaya.tribunnews.com/amp/2018/09/15/rastusan-hrd-ikuti-acara-gerakan-nasional-indonesia-kompeten-gnik-tingkatkan-kualitas-sdm?page=1

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *